sop-pengerjaan-teknisi-6
Ada pekerjaan yang tidak bisa kita kerjakan sendiri dan harus dikerjakan oleh teknisi atau ahli yang berpengalaman dalam bidangnya, sebagai contohnya perbaikan rumah. Dalam hal ini kita berharap mendapatkan teknisi yang bisa di andalkan dan terpercaya.

Sebelum memutuskan untuk memesan suatu jasa yang berhubungan dengan perbaikan rumah, tentunya kita memilih dan memilah. Banyak faktor yang memutuskan kita untuk memilih suatu jasa perbaikan rumah, salah satu hal yang paling mendasar adalah teknisi yang akan datang memperbaiki permasalahan rumah kita.

Di antara kita, pasti telah memiliki teknisi langganan yang dianggap terpercaya. Tapi bagaimana jika teknisi tidak bisa mengerjakan perbaikan dengan hasil yang baik?
Kualitas teknisi sangat berpengaruh terhadap hasil yang telah dikerjakan.
Berikut adalah beberapa kriteria teknisi yang baik menurut Yoofix!

Teknisi yang sopan dan santun
Sopan santun adalah hal yang penting. Bertingkah laku sesuai dengan cara yang diterima dan dihargai oleh lingkungan sosial menunjukkan rasa hormat, kepedulian, dan perhatian kepada orang lain. Perilaku yang sangat baik dapat membantu kita memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang yang kita kenal dan orang-orang yang akan kita temui.

Teknisi yang jujur
Kejujuran merupakan pangkal dari kepercayaan. Sedangkan kepercayaan adalah imbas positis dari sikap jujur. Orang yang mendelegasikan kepercayaan merupakan hasil dari penilaiannya terhadap sikap kita. Jadi sekali lagi kepercayaan adalah amanah yang harus dijaga erat. Contohnya jika ada pembengkakan biaya dalam pelayanan. Seperti penambahan sparepart, padahal pada kondisi itu alat elektronik tidak perlu diganti sparepartnya. Setiap teknisi memang harus memiliki skill yang baik dan cekatan, di luar dari itu kejujuran merupakan poin penting yang harus dimiliki juga oleh para teknisi.

Teknisi yang informatif
Teknisi yang informatif akan menjelaskan kepada pelanggan dengan jelas dan tepat mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Teknisi harus memberikan edukasi kepada pelanggan akan pengetahuan service yang sedang dikerjakan. Sehingga dengan begitu tidak ada kesalahpahaman antara teknisi dan pelanggan.

Teknisi yang Profesional dan Tanggung Jawab
Profesional merupakan modal dasar seorang teknisi untuk menyelesaikan masalah dengan solutif dan tepat. Profesional sendiri bisa juga didapat dari berbagai pelatihan dan sertifkasi. Seorang profesional harus dapat bertindak objektif, yang artinya bebas dari rasa sentimen, benci, malu maupun rasa malas dan enggan bertindak serta mengambil keputusan. Jika masalah tidak terselesaikan dan makin bertambah, teknisi pun juga harus bertanggungjawab menyelesaikanya secara tuntas dengan pelanggan.