Sudahkah kamu melakukan perawatan AC? Sudahkah kamu memanggil teknisi AC untuk merawat AC kamu secara rutin selama 3 bulan sekali? Apakah itu sebuah keuntungan yang besar?

AC merupakan perangkat rumah tangga yang sangat rentan rusak, belum lagi debu yang tersaring oleh AC kamu jika menumpuk. Hal ini akan membuat AC kamu bekerja lebih keras dan akan membuat udara yang keluar tidak baik untuk dihirup. Apakah harus menunggu AC sampai rusak terlebih dahulu baru memanggil Teknisi yang membuat kantong kita terkuras dengan pergantian berbagai sparepart? Apakah memilih teknisi AC sembarangan dengan biaya yang murah itu juga solusi?

Harga service AC di pasaran sekarang mencapai Rp. 50,000 / Unit untuk satu kali kedatangan. Service dengan harga RP. 50.000 (estimasi rata-rata harga service AC) itu tidak masuk akal. Mengapa demikian?

Bayangkan jika jam kerja teknisi adalah 8 jam kerja. Kemudian dibagi dengan unit AC yang mereka service. Asumsikan saja mereka mengerjakan service hanya 1 unit saja dalam waktu 1 hari. Berapa pendapatan mereka dalam waktu 1 bulan (30 Hari)? Apakah Rp. 1.500.000 layak untuk menghidupi keluarga mereka? Belum lagi mereka juga tidak setiap hari menerima orderan.

Itulah mengapa tekadang ada banyak sekali keluhan konsumen tentang kinerja dan mempertanyakan kejujuran teknisi. Terutama mengenai teknisi yang tidak benar dalam perbaikan dan memaksa konsumen untuk pengisian freon serta pergantian sparepart hanya untuk keuntungan semata. Padahal freon yang ada sekarang sudah sangat cukup untuk memaksimalkan dinginnya AC.

Jadi, apakah Rp. 150.000 layak untuk mereka? Mungkin kalian sudah bisa menghitungnya.