Halo Yoobro & Yoosis! Kali ini, Yoomin mau bahas tentang air. Iya, air, yang tiap hari kita pakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kalian tau ngga darimana air di rumah kalian berasal? Dari air sumur atau air PAM? Eh memangnya beda ya? Beda dong! Biar tau bedanya, yuk simak penjelasan Yoomin berikut ini.

Air PAM merupakan air dari Perusahaan Air Minum. Untuk bisa mendapatkan air dari PAM, kita harus berlangganan terlebih dahulu. Air PAM pada umumnya diolah dari waduk atau sungai yang terdapat di suatu daerah, kemudian disalurkan lewat pipa-pipa yang telah dipasang sebelumnya. Biasanya, air PAM merupakan solusi untuk orang yang tinggal di lingkungan yang air tanahnya jelek atau bahkan kering. Air PAM juga akan tetap mengalir disaat musim kering, ini merupakan keunggulan air PAM. Kekurangan menggunakan air PAM adalah, air PAM biasanya tidak mengalir setiap saat. Air PAM juga biasanya berbau kaporit sehingga dirasa kurang segar.

Selain air PAM, ada juga air sumur. Berbeda dengan air PAM, kita tidak perlu membayar setiap bulannya untuk mendapatkan air sumur. Kita hanya perlu membuat sumur dan memasang pompa yang kemudian dapat dipakai seterusnya. Sama halnya dengan air PAM, air sumur pun memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya adalah, air sumur dapat mengalir kapan saja ketika diperlukan. Jika kualitas air tanah di sekitar rumah bagus, maka air yang didapat juga akan bersih. Air sumur juga terasa lebih segar karena tidak tercampur kaporit. Namun kekurangannya adalah, jika musim kemarau, air sumur bisa saja kering.

Nah, sekarang sudah tau kan perbedaan air PAM dan air sumur? Kalau Yoobro & Yoosis lebih pilih air yang mana?