Mungkin Anda pernah berpikir, lebih baik mana? melakukan renovasi rumah atau membangung rumah baru. Ini mungkin membuat Anda bingung dengan mempunyai rumah yang baru atau merenovasi rumah yang Anda tempati sekarang. Jika ingin melakukan renovasi rumah, bukan cuma memperhatikan seberapa kerusakan pada bagian rumah Anda. Pertimbangkan juga untuk memiliki desain rumah yang baru agar tidak tertinggal jaman. Terkadang perlu untuk merubah suasana menjadi hal yang pernah Anda bayangkan selama ini.

Untuk membangun rumah baru, Anda benar-benar akan melakukan perubahan mulai dari denah rumah hingga desain arsitektur rumah Anda nantinya. Jika membandingkan mana yang lebih baik, merenovasi rumah atau membangung rumah itu kembali kepada Anda yang memiliki rumah. Artikel ini akan memberikan Anda beberapa pilihan untuk merenovasi rumah atau membangun rumah baru.

Tentukan Kebutuhan yang Diperlukan Untuk Rumah Anda

Saat memutuskan untuk merenovasi rumah atau membangun rumah baru, perhatikan apa saja yang dibutuhkan untuk tipe hunian rumah yang Anda inginkan. Mulailah perhatikan rumah Anda yang sekarang ini, lihat apakah ada hal atau sesuatu yang kurang Anda sukai di dalam rumah dan ingin segera mengubahnya.

Kebutuhan itu akan menjadi pembanding untuk hunian rumah idaman Anda. Konsep rumah dengan orang tua dan anak berbeda dengan rumah pasangan suami-istri yang hanya tinggal berdua saja di dalam rumah. Mulai keperluan adanya ruangan baru atau mengubah kegunaan ruangan menjadi perbandingan untuk merenovasi atau membangun rumah baru. Apabila rumah tidak bisa direnovasi akibat terbatasnya luas lahan atau kontsruksi bangunan kurang baik untuk menambahkan jumlah tingkatan lantai, sebaiknya untuk mulai melakukan membangung rumah yang baru.

Hunian Ramah Lingkungan

Sekarang ini konsep hunian ramah lingkungan sedang diminati banyak orang, selain nyaman tentu membantu menjaga lingkungan agar tetap asri. Membangun rumah baru ramah lingkungan sangat membutuhkan luasnya lahan untuk area hijau. Dengan ditambah adanya lahan di dalam pekarangan rumah akan memberi kesan positif bagi lingkungan.

Bukan berarti merenovasi rumah menjadi tidak ramah lingkungan, Anda bisa melakukan pendekatan dengan metode ini. Mungkin akan terbentur dengan masalah luasnya lahan karena sudah berdirinya struktur rumah. Merenovasi rumah ramah lingkungan bisa dilakukan dengan elemen-elemen alam yang harus mengikuti dengan kondisi rumah.

Lama Pembangunan dan Renovasi Rumah

Biasanya untuk melakukan renovasi rumah dibutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan tergantung kesepakatan dalam proyek ini. Mungkin saat pengerjaan renovasi rumah Anda akan merasa tidak nyaman, seperti kondisi berisik dan harus mematikan air saat dilakukan renovasi di kamar mandi dan bagian lainnya.

Berbanding terbalik dengan membangun rumah baru yang pastinya akan memakan waktu yang lebih lama dibanding dengan merenovasi rumah. Waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan bisa memakan waktu enam bulan, mulai dari tahap awal pembangunan hingga penyelesainnya. Kontraktor rumah juga menjadi penentu seberapa cepat rumah Anda dibangun, telitilah dalam memilih kontraktor.

Anda juga menyiapkan tabungan lebih, karena ditengah membangun rumah baru yang pastinya Anda harus menyewa rumah untuk tempat tinggal sementara selama rumah baru Anda dibangun. Terlebih lagi jika proses pembangunan yang cukup lama, Anda harus menyiapkan berbagai rencana sebelum membangun rumah baru.

Biaya Pengeluaran

Ini merupakan momen penting dalam menentukan melakukan renovasi atau membangun rumah baru. Bukan hanya soal biaya bahan bangunan, soal pembebasan lahan, aturan pembangunan, sampai harus menyewa hunian sementara hingga rumah yang baru dapat ditempati. Berbanding terbalik dengan saat merenovasi rumah, Anda masih bisa menempati rumah dikarenakan saat renovasi masih bisa dilakukan dengan cara per area untuk renovasi dan dalam skala bertahap.